Memaknai Hari Raya Qurban #02

(sambungan dari Memaknai Hari Raya Qurban #01)

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
bismillahirrahmanirrahiim...
pembaca yang budiman, alhamdulillah, pagi ini penulis masih diberi kesempatan untuk saling beragi pemahaman, dan pastinya penulis sangat butuh masukan dari pembaca yang budiman...

ied mubarok...
marhaban yaa ied mubarok...

hari raya qurban (idul adha,pen), adalah hari raya akbar umat islam, banyak makna yang terkandung dari peristiwa ini, bukan hanya masalah menyembelih hewan ternak, atau mengingat peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS...
lebih dari itu, kita harus lebih bijak dalam memaknainya.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, walillahilhamd...
saudaraku pembaca yang budiman...
pada tulisan lalu sudah dua poin yang dibahas, sekarang mari kita lanjutkan.

3. Peristiwa Penyembelihan Ismail AS
lama Ibrahim diminta Allah menyebarkan agamaNya di negeri antah berantah, akhirnya ia diizinkan untuk pulang.
senangnya hati Ibrahim, ia bergegas ke tempat di mana ia meninggalkan Hajar dan Ismail.
Ismail sudah tumbuh menjadi remaja, betapa senang dan sayang Ibrahim terhadapnya.
Cukup lama Ibrahim memanjakan Ismail, namun kerinduan yang lama belumlah hilang, hingga turunlah firman Allah melalui mimpinya.
masygul, itulah keadaan hatinya, hingga ia pun bercerita pada Hajar dan Ismail, hajar diam.
Tapi respon berbeda ditunjukkan oleh Nabi Ismail AS, dia menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk memenuhi Perintah Allah, subhanallah.
meski kalau dilihat secara sudut pandang manusia biasa posisi Ismail adalah korban, namun ia begitu bersemangat untuk memenuhinya, itulah bukti CINTA yang tak terbatas pada Allah SWT.
Dan pada akhirnya mereka melaksanakan penyembelihan (panjang lagi ceritanya, tapi penulis tidak ingin berlama-lama pada cerita, mungkin bagi yang belum tahu, silahkan googling untuk mencari ceritanya).

Saudaraku pembaca yang budiman, betapa indahnya Cinta yang tulus dari orang-orang yang bertaqwa...
sekali lagi, TAK ADA SANGGAHAN SEDIKITPUN !!
mereka ikhlas melaksanakan segala perintah Allah, tak seperti Yahudi (Bani Israil) yang banyak bertanya ketika diberi perintah (karena tabi'at dan keingkaran mereka, baca: kisah nabi Musa).

Sekarang pilihlah, ingin mengikuti jejak Ibrahim dan Ismail dalam ketaatan atau malah mengikuti Yahudi la'natullah dalam pengingkaran ??

4.Memaknai Berbagi pada hari raya Qurban
BERBAGI !
itulah kata yang tepat untuk menggambarkan hari raya Qurban, miskin, kaya, tua, muda semua bisa menikmati daging (makanan yang dinilai cukup berkelas), terlepas dari halangan kesehatan untuk mengkonsumsinya dan terlepas dari aplikasi yang ada pada saat ini.
Begitulah mulianya islam, semua nilai kemaslahatan ummat ada di sini, bukan hanya bagi ummat manusia, tapi alam ini juga merasakan indahnya hidup bila islam benar-benar diterapkan.
Setahun sekali kita berbagi daging dengan semua umat islam (selayaknya tidak ada yang tidak mendapatkan), tak ada pengeculian, asalkan mereka muslim.
11, 12, 13 Dzulhijjah, umat islam dilarang berpuasa, karna hari-hari ini kita gunakan untuk silaturahim dan menikmati daging qurban.
Sekarang, dunia bagai dipecah dua faham (selain islam yang mulia), liberal dan sosialis.
setelah ditinjau dari hikmah Qurban, ternyata islam sangat komplit, dua paham tersebut bisa dikatakan "terakomodir", paham sosialis, semua sama, dapat daging qurban, jatah untuk jamaah sama, tak berbeda.
paham liberal, di mana pemilik modal dapat kelebihan, begitulah, peserta Qurban dapan kupon peserta selain kupon jamaah.
luar biasa, lalu kenapa masih ada juga yang memilih paham selain islam bila islam telah lengkap dan sempurna?? entahlah, semoga Allah memberi hidayah...

Pada akhirnya saudaraku, tiap-tiap peringatan, janganlah kita jadikan sekedar ceremonial belaka, ada hikmah dan ibrah yang harus kita ambil dan kita tanamkan pada diri kita sebagai seorang insan yang beriman...

Wallahua'lam bisshawab, Allah maha tahu atas segala hikmah dan ibrah, karna penulis hanya mencoba meraba hikmah dan ibrahnya...

Atas segala Khilaf penulis mohon maaf...tolong sampaikan kritik dan saran ke blog ini.
semua kebenaran datangnya dari Allah, Rabbi izzati...
bila ada manfaat silakan diambil dan boleh disebarluaskan...

Jazaakumullah...

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, walillahilhamd...

0 komentar:

Poskan Komentar